Essay Pendidikan

Contoh Essay Melamar Beasiswa

AKU GENERASI UNGGUL KEBANGGAAN BANGSA INDONESIA

Oleh: Ika Wulandari, M. Pd.

Karunia terindah yang diberikan Allah SWT kepada saya adalah menjadi guru. Tahun 2008 saya lolos tes CPNS formasi guru matematika dan ditempatkan di SMK N 2 Wonosari. Saya terinspirasi menjadi guru, karena kisah ibu yang kandas cita-citanya karena masalah ekonomi. Beliau terpaksa putus sekolah dan bekerja menjadi buruh di kota, demi membiayai hidup. Semua impiannya musnah karena keterbatasan ekonomi. Namun dengan keteguhan jiwanya, beliau berhasil menanamkan dalam diri saya, semangat belajar dan kegigihan yang luar biasa untuk memperjuangkan mimpi.

Sejak duduk di bangku SMA jurusan IPA, saya fokus mendalami matematika, IPA, dan sastra. Kesibukan saya diluar sekolah adalah olahraga, berkebun, kursus ketrampilan menjahit, remaja masjid, dan karang taruna. Saya tumbuh menjadi pribadi yang penuh semangat dan selalu berfikir positif bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Saya sebagai sekretaris dalam Karang Taruna, aktif menyumbangkan ide-ide untuk kemajuan pemuda desa. Tahun 2003 saya lulus SMA dan diterima di FMIPA UNY Jurusan Pendidikan Matematika melalui jalur UMPTN. Di kampus, diluar jam kuliah saya aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan itu diantaranya KSI MIST (Kelompok Studi Ilmiah MIPA Saintis), FLP (Forum Lingkar Pena), Mata Pena, dan KOPMA UNY (Koperasi Mahasiswa). Selain itu selama kuliah S1, saya juga merintis usaha kursus menjahit, menerima jasa pembuatan souvenir tas batik, dan les matematika untuk siswa SD, SMP, dan SMA/K. Melalui semua kegiatan tersebut, hobi dan kebutuhan saya untuk belajar terpenuhi. Saya berfikir untuk menjadi guru harus mampu lahir batin, berwawasan luas serta multi talenta. Untuk itulah disaat liburan saya mengisi waktu dengan mengikuti pelatihan-pelatihan baik itu di kampus maupun instansi pemerintah. Diantara pelatihan yang pernah saya ikuti adalah pelatihan menjahit, pelatihan membordir, pelatihan Kelompok Usaha Bersama Tenaga Kerja Wanita (KUB Nakerwan), pelatihan wirausaha bagi sarjana, pelatihan menulis sastra dan jurnalistik. Bahkan saya pernah menjadi sales (marketing and busines associate) produk buku dan alat peraga, demi bisa mempelajari ilmu yang ditemukan Prof. Glen Doman dalam produk itu. Saya juga berkesempatan menjadi tim monev DIKPORA DIY (tenaga lepas yang direkrut dari mahasiswa) untuk mendata kondisi sekolah-sekolah di daerah Kulon Progo. Saat itu saya ingin sekali mengetahui kondisi riil sekolah-sekolah pasca gempa.

Tahun 2016 saya mendaftar KKN program pemerintah untuk membantu gerakan nasional penuntasan wajib belajar 9 tahun di Pulau Nias, kecamatan Lahewa, Sumatra Utara. Tim KKN di kecamatan Lahewa ada 6 mahasiswa yang bertugas untuk survey dan mendata kondisi sekolah di seluruh pelosok kecamatan Lahewa. Saya satu-satunya mahasiswa dari jurusan kependidikan, dan 5 lainnya dari jurusan non kependidikan. Melihat kondisi SDM dan lingkungan di Nias kususnya Lahewa yang pada waktu itu cukup tertinggal dan masih belum tertata akibat dampak bencana tsunami, membuat kami prihatin. Tim KKN mencoba mengobservasi dan menggali permasalahan lebih dalam dari hasil survey yang diminta pemerintah. Hasil tersebut kami sampaikan ke dinas setempat secara personal dan resmi pada saat rapat dinas. Untuk membantu informasi kurikulum yang sangat lambat sampai ke Lahewa, kami berinisiatif untuk mengadakan Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi bagi guru dan dinas pendidikan se-kecamatan Lahewa. Kegiatan di laksanakan di Aula Gereja Paroki. Saya membantu sebagai pemateri yang menyampaikan dan memandu peserta untuk menyusun rencana pembelajaran sesuai kurikulum berbasis kompetensi. Teman-teman non kependidikan yang hanya berlima bekerjasama menyiapkan segala keperluan teknis kegiatan tersebut. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancer dan disambut baik oleh seluruh peserta. Semangat untuk belajar, berbagi, dan mengabdi pada dunia pendidikan rasanya sudah menyatu dalam jiwa saya. Apapun yang saya hadapi, tidak menjadikan hidup terasa berat, justru sebaliknya penuh semangat dan ide-ide kecil bermunculan untuk menyelesaikan hambatan dan rintangan yang ada.

Saya dibesarkan di kota Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Kabupaten yang terkenal humanis dengan berbagai macam budayanya, namun disisi lain punya beberapa catatan masa lalu yang buram dan masih membekas hingga hari ini. Masalah yang sering terjadi di sini adalah kemiskinan, kekeringan, pendidikan yang rendah, tingkat pernikahan dini yang tinggi perceraian, dan gantung diri serta anak anak korban broken home yang terlantar. Bahkan Gunungkidul juga masih terkenal sebagai pemasok tenaga kerja yang tinggi.  Semua itu yang melatarbelakangi saya untuk melakukan pengabdian pendidikan di kota Wonosari Kabupaten Gunungkidul, sejak pertama saya menjadi CPNS tahun 2010 hingga saat ini.

Saya mulai berfikir apa yang bisa saya lakukan untuk membantu membangkitkan semangat belajar peserta didik untuk memperjuangkan mimpi mereka. Saya sadar untuk membuat sebuah perubahan, dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang keras. Butuh kerjasama antara siswa, guru, orang tua dan masyarakat.  Oleh karena itu, kegiatan pengabdian pendidikan yang saya lakukan berada di sekitar siswa, guru, orang tua dan juga masyarakat. Saya memulai kegiatan pengabdian pendidikan saya dengan membuka bimbel gratis di rumah dan di sekolah di luar jam pembelajaran. Kegiatan ini untuk membantu siswa yang ingin belajar lebih namun memiliki keterbatasan masalah ekonomi.  Saya berharap ketika mereka belajar dengan penuh semangat bisa mendapatkan hasil belajar yang terbaik di sekolah, sebagai bekal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau untuk bekerja di perusahaan yang maju.

Kegiatan bimbel juga diisi dengan kegiatan sharing motivasi menghadirkan alumni yang sukses untuk kuliah dan juga alumni yang sukses dalam bekerja. Harapannya peserta didik memiliki gambaran tentang dunia kerja dan dunia perkuliahan yang mungkin akan mereka pilih nantinya. Selain membuka bimbel gratis saya juga mulai mengembangkan pembelajaran kewirausahaan di Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) serta kegiatan-kegiatan sekolah lainnya untuk memotivasi siswa agar mampu berdiri diatas kakinya sendiri. Saya berharap setelah keluar dari panti asuhan (Balai RSPA), peserta didik mampu menggunakan pengalaman yang pernah didapatkan saat latihan bersama, untuk berwirausaha.

Saya sadar untuk mewujudkan cita-cita yang begitu kuat ini, dibutuhkan dukungan dari guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat. Maka, Saya mulai mengadakan pelatihan-pelatihan gratis untuk memfasilitasi guru SD, SMP, dan SMK membantu program keprofesian berkelanjutan. Saya mengajak guru untuk bersungguh-sungguh dalam mendampingi belajar dan membuka wawasan demi kemajuan peserta didik agar tidak menjadi korban outsourcing dan kembali menjadi beban kabupaten Gunungkidul sebagai pengangguran. Sedangkan di lingkungan masyarakat saya dibantu oleh alumni mengadakan pelatihan pemberdayaan perempuan dan karang taruna yang bertujuan untuk mendorong masyarakat agar peduli pada masalah ekonomi dan pendidikan. Dengan kegiatan pengabdian pendidikan ini, saya berharap semua pihak sadar dan mendukung pendidikan, sehingga peserta didik lebih peduli pada masa depannya. Alhamdulillah dua tahun ini bimbel saya mencapai 250 siswa dari 10 SMK di Gunungkidul. Banyak siswa yang terinspirasi dan mulai peduli pada masa depannya.  Mereka juga mulai memikirkan masa depan desanya. Kesadaran untuk belajar, berwirausaha, berkomunitas, dan memperjuangkan mimpinya sudah mulai terlihat.

Perjuangan ini masih panjang. Saya punya mimpi untuk mengantarkan mereka menjadi generasi emas yang berani bangkit dari keterpurukan, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, berani berwirausaha, bekerja sama, dan menggerakkan masyarakatnya untuk maju. Dibutuhkan semangat yang kuat dan istiqomah, kerja keras dan cerdas dalam membagi waktu untuk keluarga, kedinasan, masyarakat, serta pengabdian pendidikan. Selain itu, butuh keteladanan yang luar biasa untuk dapat menyentuh hati sehingga menggerakkan jiwa peserta didik agar menjadi pribadi yang pantang menyerah memperjuangkan cita-cita serta peduli pada tanah kelahirannya. Oleh sebab itu, Saya berusaha membuka diri, mengakui segala kelemahan dan kekurangan, berbagi kisah sedih atau sukses agar dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan peserta didik.

Selain itu Saya berusaha keras untuk istiqomah dalam belajar serta berbagi dimana saja, kapan saja, dan pada siapa saja. Hal ini adalah keteladanan yang saya harap dapat diwarisi dan dikembangkan oleh para peserta didik. Semangat untuk berprestasi juga Saya teladankan dengan mengikuti dan lolos juara 1 Lomba Guru Berprestasi Tahun 2018/2019 tingkat kabupaten dan provinsi. Saat ini Saya berjuang untuk berkompetisi di tingkat nasional mewakili DIY. Termasuk semangat berjuang untuk study lanjut S3 Program Doktoral, Ilmu Pendidikan Konsentrasi Pendidikan Matematika di UNY. Saya mengajak dan memberi teladan bagaimana memperjuangkan mimpi dengan sungguh-sungguh, istiqomah, dan tawakal. Bagi saya Studi lanjut S3 merupakan momentum untuk melakukan Revolusi Mental. Saya ingin berkesempatan untuk membuka wawasan, mengembangkan kemampuan diri untuk dapat berbuat lebih bagi kemajuan Kabupaten Gunungkidul. Jika Allah SWT berkenan mengabulkan mimpi saya untuk study S3, selama study saya ingin memperdalam kegiatan riset dan publikasi pendidikan matematika pengembangan STEM. Pembelajaran STEM memungkinkan integrasi antara Sains, Technology, Engineering, dan Mathematics, dengan tema-tema kontekstual yaitu: ekonomi wisata Gunungkidul, hemat energy dan peduli lingkungan Gunungkidul, serta STEM berbasis Budaya. Saya ingin mengembangkan pembelajaran matematika yang bermakna dan dapat dirasakan kebermanfaatannya dalam kehidupan peserta didik. Hasil riset serta kajian-kajiannya ingin saya publikasikan dalam seminar dan jurnal nasional serta internasional.

Saya juga ingin menguatkan kemampuan bahasa Ingris, kajian al Quran, serta skill enterpreneurship. Semua bidang itu saat ini menjadi lingkup gerak dalam kegiatan pengabdian pendidikan Saya. Membagi waktu dengan baik adalah kunci utama kesuksesan dalam study lanjut. Untuk hal ini, Saya meyakini bahwa Allah SWT akan menolong dan melancarkan semua ikhtiar ini. Seperti halnya tahun 2014, saya menyelesaikan kuliah S2 di Solo tepat waktu selama 2 tahun dengan nilai hampir cum laude, tanpa cuti sejak hamil muda hingga putri saya lahir dan ikut kuliah di Solo 2 tahun tanpa pembantu rumah tangga serta tanpa keluarga yang mendampingi.

Setelah lulus S3, saya berencana untuk melamar menjadi widyaiswara atau masuk dalam struktural dinas pendidikan. Sebenarnya, saya tidak pernah bermimpi menjadi pemimpin dan menduduki sebuah jabatan. Karena passion saya adalah mengajar, berbagi, dan dekat dengan peserta didik sekolah manapun dari berbagai jenjang. Namun jika kualifikasi S3 dibutuhkan untuk fungsi yang lebih tinggi dari guru, maka insha allah Saya siap memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia.

Keprihatinan pada dunia pendidikan terutama di Kabupaten Gunungkidul, teramat kuat, dapat disimak dalam profil pengabdian saya: https://youtu.be/X9Z_AyC_4xQ . Inilah kelemahan Saya, yang sulit untuk berhenti ketika telah menemukan panggilan jiwa. Bagi saya, pengabdian ini adalah persembahan cinta pada Ibu, yaitu dengan berikhtiar memajukan pendidikan membantu meminimalkan anak-anak yang terancam putus sekolah. Saya akan terus belajar, memantaskan diri, agar suatu hari nanti Allah SWT berkenan menjadikan Saya manusia yang penuh manfaat bagi dunia pendidikan, bagi bangsa dan negara, juga agama. Besar harapan saya untuk dapat lolos dalam seleksi beasiswa masyarakat berprestasi ini. Semoga Allah SWT memudahkannya bagi Saya serta orang-orang yang berhak mendapatkannya. Aamiin.

Author

ikawlndr123@gmail.com

Comments

Murid MB
September 26, 2019 at 3:37 pm

Beberapa kata untuk bu ika yang pernah membimbing saya,anda adalah beberapa orang hebat yang sangat saya kagumi dan mendapatkan rasa hormat saya dari cara berpikir dan ketulusan ibuk.Jarang ada orang yang rela berkorban seperti pengorbanan yang ibuk lakukan demi kami para murid ibuk



    admin
    Desember 25, 2019 at 10:06 pm

    Terima kasih muridku sekaligus guru kecilku, mohon maaf ya jika saya pernah berbuat salah, dan khilaf selama mengajar dan bersua, sehingga mungkin menyakiti hati dan jiwamu… mohon dimaafkan. sampaikan pada teman2 semua, pesan saya. terima kasih



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *