Essay Pendidikan / Pengabdian Pendidikan

Refleksi dan Pesan Moral Akhir Tahun 2019

“Tragedi Dugaan Plagiarism Finalis Guru Berprestasi SMK DIY Tk. Nasional Tahun 2019”
Oleh: Ika Wulandari (Guru Merdeka Mengabdi Tanpa Batas)

Perjuangan Agustus-Desember 2019
1. Kroscek kebenaran data, informasi, dan berita apapun dengan teliti. Mari bijaksana Menyebarkan informasi. Jangan sampai mencelakai orang lain bahkan diri kita sendiri.

2. Seseorang mengatakan: “pembicaraan di luar Grup WhatsApp profesor, adalah pembicaraan pasar, yang tidak dapat dipertanggungjawabkan/ tidak jelas siapa yang harus bertanggungjawab”.

Ternyata “pasar” dan “corong di pasar” dalam kasus saya ini sangat unik, diantaranya yaitu oknum (artinya ada/beberapa, tidak semua) kaum  terpelajar, cerdik cendekia, praktisi, dan pejabat di bidang pendidikan.

Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan dan jabatan yang tinggi, tidak menjamin seseorang menjadi bijak dan cerdas dalam mensikapi data/ informasi.

4. Pendidikan dan jabatan yang tinggi serta kuatnya organisasi/ birokrasi tidak menjamin adanya transparansi atau keadilan di akar rumput sehingga mampu menyelesaikan ke akar masalah.

5. Jika Anda mengalami masalah seperti ini atau sejenisnya, sangat perlu berkonsultasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), dan Jika terkait pelayanan public oleh pemerintah perlu berkonsultasi dengan LOD (Lembaga Ombudsman Daerah) atau ORI (Ombudsman RI). Hal ini bukan untuk memperbesar masalah atau sekedar cari sensasi, melainkan karena kita Buta Hukum, perlu pengarahan dari yang berkompeten. Agar tindakan kita lebih terarah dan aman, tidak menjadi boomerang.

6. Kuatkan anggota keluarga kita yang lemah, karena sangat memungkinkan mereka jauh lebih hancur hati & fikirannya, daripada kita yang mengalami langsung.

7. Joko Susilo: “kita bisa membayar orang untuk bekerja dan bersuara, namun kita tak bisa membayar orang untuk berkata jujur!”

8. Ika Wulandari: “kejujuran/ integritas itu tak ternilai harganya. Kita tak bisa memaksa orang untuk berkata jujur. Tak ada manusia yang mau disalahkan. Jangan melihat orang dari jubah yg ia kenakan. Anak, Orang tua, ustad, kyai, pastor, biksu, guru, penegak hukum, hingga presiden pun sangat mungkin untuk tidak jujur agar tidak disalahkan/ dimintai pertanggungjawabannya di dunia.”

9. Jangan menyerah, terus pelajari dan jalin relasi dengan berbagai pihak yang kompeten untuk membantu memecahkan masalah yang anda hadapi. Masalah ini sangat mungkin terjadi pada anda, keluarga dan saudara. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan semoga masalah seperti ini tidak terjadi lagi/ dapat diminimalkan di masa yang akan datang.

10. Kesuksesan seorang siswa, guru, dan masyarakat pembelajar yang merdeka dalam belajar adalah keberhasilannya mengajak dengan elegan semua pihak untuk duduk dan belajar bersama.

11. Hasil Cek Similarity yang tinggi dengan mesin ceker online apapun dapat menjadi petunjuk indikasi plagiarism. Namun untuk memutuskan karya itu hasil plagiat atau bukan, harus dilakukan pengecekan secara mendalam menggunakan aplikasi tersebut secara online serta pengecekan oleh ahli mengenai tata cara penulisan kaidah ilmiah (expert/ dosen/ Juri). Langkah sederhana pengecekan dugaan plagiarism:

a. Lihat nilai angka bagian hasil cek secara general, nilai ini dapat di exclude (dikecualikan) sehingga dapat menurunkan nilai prosentase similarity, untuk hasil cek yang dianggap/ dinilai tidak termasuk plagiat.

b. Lihat nilai angka bagian data statistic. Disini jika ada 2 nilai yang sama besar, maka akan muncul semua. Sedangkan pada hasil tampilan cek general, hanya akan muncul salah satu sesuai abjad. (menurut Petugas Perwakilan Turnitin Indonesia).

c. Cek nilai yang tinggi terkomparasi pada artikel dari mana? Dari web publikasi ilmiah/ tulisan popular/ tulisan bebas atau pada web Akun Turnitin milik Universitas/ Lembaga customer Turnitin?

d. Cek karya tersebut terkomparasi dengan karya siapa? Dengan karya orang lain atau karya penulis sendiri?

e. Jika terkomparasi dengan karya orang lain maka perlu di cek dari website publikasi ilmiah/ tulisan popular/ tulisan bebas yang mana? Kemudian apakah sudah ditulis dengan mencantumkan sumber, sesuai kaidah ilmiah? Jika sudah berarti bukan termasuk tindakan plagiat.

f. Jika terkomparasi dengan karya itu sendiri (tulisan diri sendiri), maka perlu di cek, apakah karya tersebut sudah pernah dipublikasikan resmi pada website/ lembaga publikasi ilmiah tertentu atau pada Akun Turnitin milik universitas/ lembaga tertentu?

g. Jika terkomparasi dengan karya diri itu sendiri (tulisan diri sendiri), dan sudah pernah dipublikasikan resmi pada website/ lembaga tertentu, maka ini termasuk self plagiarism (double publication). Double publication dengan Bahasa berbeda sekalipun, tetap termasuk self plagiarism.

h. Jika terkomparasi dengan karya diri itu sendiri (tulisan diri sendiri), dan belum pernah dipublikasikan resmi pada website/ lembaga tertentu, maka perlu di cek pada Akun turnitin milik lembaga/universitas mana? Perlu dicek apakah tersimpan dalam repository akun turnitin tersebut? Jika iya, perlu dicek mengapa terjadi, dalam rangka apa, disengaja seting atau tidak sengaja? Jika merupakan factor ketidaksengajaan maka ini kesalahan teknis. Artinya bukan self plagiarism.

i. Dalam pengecekan karya tulis menggunakan similarity cek apapun, maka hasil cek yang pertama kali adalah bukti otentik atau hasil cek utama yang resmi dan valid untuk digunakan sebagai dasar apakah karya tersebut terindikasi plagiarism atau tidak.

Ini sedikit refleksi dari saya, untuk saya, dan semoga bermanfaat untuk seluruh pembaca yang budiman. Mohon maaf apabila ada kesalahan/ kekhilafan, semata-mata karena kebodohan dan kelemahan saya. Dengan refleksi ini semoga tahun depan lebih baik lagi,…

Terakhir mari seluruh Generasi Emas Gunungkidul untuk bersungguh – sungguh:
 Bangkit dari Keterpurukan, dengan Berprasangka Baik Pada Allah SWT.
 Hapus kebodohan dan Keterbelakangan, dengan Semangat Belajar Sepanjang Hayat.
 Putus rantai kemiskinan dengan Berwirausaha Cerdas sekarang juga.

Wassalamualaikum Warahmatullohi Wabbarokatuh,
Salam perjuangan dan pengabdian tanpa batas!
Guru Penggerak yang berjiwa Merdeka

Ika Wulandari, M. Pd.

Author

ikawlndr123@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *